Wan Than Mie, Mie Dengan Rasa Khas Bagan
Wan Than Mie merupakan mie khas Bagan yang identik dengan topping berlimpah daging babi merah dengan rasa yang dominan manis dan gurih. Rasa dari daging merah khas dipadukan dengan pangsit dan bakso ikan kecil yang melengkapi rasa dari Wan Than Mie itu sendiri, selain itu tidak lupa juga untuk dipadukan dengan sayuran seperti toge dan sayuran hijau. Kombinasi semuanya terasa pas mulai dari gurihnya kuah, lembutnya mie, hingga manis legit dari potongan daging babi merahnya. Setiap suapan memberikan sensasi rasa yang berlapis, bikin susah berhenti makan.
Kalau biasanya kita mengenal mie dengan cita rasa gurih atau asin yang kuat, Wan Than Mie ini punya karakter yang unik karena rasa manisnya cukup menonjol. Tapi justru di situlah letak keistimewaannya. Rasa manisnya bukan yang berlebihan, melainkan manis yang halus dan menyatu dengan bumbu gurihnya. Ditambah dengan aroma minyak bawang yang wangi, hidangan ini benar-benar membawa kita ke suasana makan khas di daerah pesisir seperti Bagan, di mana makanan-makanannya kaya rasa dan penuh cita rasa rumahan.
Pada kesempatan kali ini saya mencoba Wan Than Mie dari sebuah restoran rumahan bernama Nasi Kari Aladin yang terletak di Jl. Jelambar Aladin No. 2. Walaupun restoran ini identik dengan nasi karinya, namun kali ini saya memutuskan untuk hanya mencoba Wan Than Mie-nya saja. Saya pun memilih untuk membungkus dan membawanya pulang ke rumah (take out). Rasanya sudah cukup lama saya penasaran dengan mie ini karena beberapa teman sering merekomendasikan tempat ini, katanya rasa Wan Than Mie-nya cukup autentik dan mengingatkan mereka pada cita rasa mie di Bagan.
Begitu saya menerima pesanan untuk dibawa pulang, aroma wangi dari bumbu mie langsung semerbak bahkan sebelum bungkus nya dibuka. Begitu sampai di rumah, saya langsung membuka bungkusnya dan wangi gurih dari minyak babi, kecap asin, dan daging merah langsung menyeruak. Tampilan mie-nya juga menggoda: mie kecil berwarna kuning keemasan, potongan daging babi merah yang glossy dengan warna kemerahan yang menggoda, pangsit yang tampak lembut, bakso ikan kecil yang lucu-lucu, serta tambahan sayuran segar seperti toge dan sawi hijau yang menambah warna dan kesegaran.
Setiap porsi mie dibuat dengan penuh perhatian, dan pastinya hal ini membuat rasa dari mie itu sendiri sangatlah spesial. Tekstur mie-nya halus, kecil, dan kenyal tapi tidak lembek pas banget di lidah. Saat dikunyah, terasa elastis dan lembut, tanda kalau mie-nya dimasak dengan waktu yang tepat. Pangsitnya punya kulit yang tipis dan lembut, tapi tidak mudah robek. Isian dagingnya juga terasa melimpah dan gurih. Daging babi merahnya empuk banget, manisnya terasa pas, dan punya aroma panggangan yang khas. Setiap gigitan bikin nagih, apalagi kalau dimakan bersamaan dengan mie dan sayurnya rasa manis, gurih, dan segarnya langsung berpadu jadi satu di mulut.
Yang membuat saya semakin suka adalah bumbunya. Walau tidak terlalu banyak, tapi rasanya kuat dan meresap. Ada sensasi asin, manis, gurih, dan sedikit aroma bawang putih yang wangi. Saya juga suka karena mie-nya tidak berminyak berlebihan, jadi tetap terasa ringan di mulut. Porsi yang diberikan juga cukup mengenyangkan, tidak terlalu sedikit tapi juga tidak berlebihan pas untuk satu kali makan siang atau makan malam.
Untuk harga yang ditawarkan, menurut saya cukup ramah di kantong, apalagi jika melihat kualitas dan rasa yang ditawarkan. Di zaman sekarang, kadang susah menemukan makanan yang porsinya banyak, rasanya enak, tapi harganya masih terjangkau. Nasi Kari Aladin berhasil memberikan keseimbangan itu. Mereka tidak hanya menjual rasa, tapi juga pengalaman mulai dari suasana restorannya, pelayanan yang ramah, sampai makanan yang dibuat dengan hati.
Meskipun saya hanya mencoba versi take out-nya, rasa yang saya dapatkan tetap luar biasa. Terkadang, makanan yang dibawa pulang bisa kehilangan sensasi segarnya, tapi untuk Wan Than Mie ini, rasanya masih tetap nikmat bahkan setelah sampai rumah. Mungkin karena bumbunya kuat dan bahan-bahannya segar, jadi walau dimakan tidak langsung pun masih terasa enak. Kalau dimakan di tempat, saya bisa bayangkan rasanya akan lebih mantap lagi mie-nya pasti lebih hangat, sayurannya lebih segar, dan aroma bumbunya lebih menonjol.
Kalau boleh jujur, saya tidak menyangka akan sesuka ini dengan menu mie dari tempat yang sebenarnya terkenal dengan nasi kari. Kadang justru hal-hal seperti ini yang menarik ketika kita mencoba sesuatu yang bukan “andalan utama” dari sebuah tempat, tapi ternyata rasanya justru di luar dugaan. Wan Than Mie dari Nasi Kari Aladin ini berhasil membuat saya paham kenapa banyak orang bilang mie Bagan punya keunikan tersendiri. Rasanya tidak bisa dibandingkan dengan mie-mie ala Medan atau Pontianak yang biasa saya makan, karena setiap daerah memang punya karakter dan kelezatannya masing-masing.
Bagi saya, makan Wan Than Mie ini seperti menikmati semangkuk nostalgia. Rasanya membawa suasana makan siang santai di rumah keluarga, dengan aroma masakan yang sederhana tapi penuh cinta. Mungkin karena tempatnya juga berupa restoran rumahan, jadi nuansa “masakan rumah” itu benar-benar terasa. Tidak ada yang terlalu heboh dalam penyajiannya, tapi justru kesederhanaannya itulah yang membuatnya istimewa. Mie-nya tidak berusaha tampil berlebihan tidak ada plating yang rumit atau tambahan topping yang aneh-aneh. Semuanya sederhana, tapi dilakukan dengan sepenuh hati.
Bagi kamu yang suka mie dengan rasa yang sedikit manis, gurih, dan tidak terlalu berat, Wan Than Mie dari Nasi Kari Aladin ini wajib banget dicoba. Apalagi kalau kamu ingin mencicipi cita rasa mie khas Bagan yang jarang ditemukan di tempat lain. Cocok dimakan kapan saja baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Kalau lagi capek dan butuh makanan yang bisa bikin hati hangat, mie ini bisa jadi pilihan yang pas.
Setelah mencobanya, saya jadi penasaran untuk kembali lagi dan mencoba menu lainnya, terutama nasi karinya yang katanya juga legendaris. Tapi untuk sekarang, Wan Than Mie-nya sudah cukup membuat saya ingin kembali ke sana suatu saat nanti. Rasanya benar-benar meninggalkan kesan yang dalam. Kadang, yang membuat makanan terasa spesial bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana dan pengalaman yang menyertainya dan semua itu saya dapatkan dari semangkuk Wan Than Mie sederhana ini.
Ditulis oleh : Alyssa Gunawan


Menarik untuk dicoba
BalasHapusBoleh dicoba kak, bisa di pesan melalui gojek atau grab food
Hapuskeliatan enak 😍
BalasHapusIya kak enak ini rasanya boleh dicoba atau mampir kapan kapan 🤩
HapusWoow enakk
BalasHapuskeren kak
BalasHapusga sabar coba deh
BalasHapusBoleh kak langsung aja di cobain, kalau Deket rumah bisa langsung mampir 😁
HapusHmm menarik buat dikunjungi
BalasHapusJadi mau
BalasHapusMie enak rasa Bagan 👍next time mau coba nasi karinya
BalasHapusRasa nasi kari nya juga terkenal enak banget loh kak
HapusJadi penasaran pengen coba dehh
BalasHapuskeliatannya enak huhuu jadi pengen
BalasHapusBagus ya
BalasHapusWaww menarik bgtt
BalasHapusMust try ! Must try !
BalasHapusuwaw
BalasHapuslokasinya dimana
BalasHapusCek di google maps ada daerah jakbar
HapusUntuk harga per porsi nya berapa ya kak?
BalasHapus22 rb
Hapussangat informatif 🤩
BalasHapusLokasinya di mana yaa? Enak banget liat nya
BalasHapusJl. Jelambar Timur Jl. Fajar Aladin No.2, RT.5/RW.6, Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450
HapusHmm, jadi pengen cobain Wan Than Mie!
BalasHapusSepertinya enak banget mie nya
BalasHapusJadi ngiler ngeliatnya
BalasHapusJadi pengen
BalasHapusmakannya keliatan enak, jadii pengen cobain
BalasHapus👍🏻👍🏻👍🏻
BalasHapusTernyata Wan Than Mie seenak itu ya, jadi masuk wishlist saya nih buat cobain makanan enak
BalasHapusbener banget nii, rasa dari wan than mie nya comforting banget
Hapuswaw keliatan enak
BalasHapusnostalgic bangett
BalasHapusLangsung terbayang makan di rumah nenek
Hapuskhas bagan emg juaraa!
BalasHapus