Bakmie piring
Sebagai mahasiswi semester lima yang hari-harinya semakin dipenuhi tugas, presentasi, dan aktivitas kampus, ada satu hal yang selalu bisa jadi pelarian kecil di tengah padatnya rutinitas: makanan. Bukan makanan mewah atau yang viral di TikTok, tapi sesuatu yang hangat, sederhana, dan punya karakter. Dan salah satu hal yang paling menarik perhatian aku belakangan ini adalah bakmie piring yang bisa ditemukan di kawasan Blok M—sebuah kuliner klasik yang terasa berbeda dari kebanyakan mie lain. Blok M memang selalu punya atmosfer yang tidak pernah tidur. Ada saja kegiatan, suara, dan keramaian di sana. Tetapi di tengah hiruk pikuk itu, bakmie piring menghadirkan sensasi sebaliknya: sederhana, hangat, dan penuh sentuhan nostalgia. Mungkin karena sajian uniknya yang tidak memakai mangkuk, mungkin karena aroma gurihnya yang khas, atau mungkin karena pengalaman makan mie di piring besi terasa seperti kembali ke masa yang lebih lambat. Yang jelas, semakin sering aku makan bakmie pi...